Tanah Lot Bali
Hari kedua di Bali, saya memutuskan untuk menyewa mobil tanpa Driver, pertimbangan itu saya lakukan lantaran kita ngerasa lebih bebas kemana-mananya dan nggak terbatas oleh waktu. Tau nggak, stelah muterin Kuta-Legian, kita berhasil menyewa Jeep dengan harga yang relatif miring. Bingung mau kemana hari itu, berbekal peta pulau Bali yang di beli malam hari nya, kita langsung berangkat menuju Tanah Lot.
Terletak di desa Beraban atau 13 km sebelah barat Tabanan, Pura Tanah Lot hampir selalu ditawarkan oleh setiap pemandu wisata di Bali untuk dikunjungi. Tempat yang asik untuk memotret sunset ini (sambil duduk2 dan minum kelapa muda) memiliki keunikan antara lain lokasi pura yang berada diatas bukit batu besar pinggir laut. Pada saat air surut dan tingginya tidak lebih dari selutut, kita masih bisa nyebrang menuju tempat itu. Ternyata tidak semua orang boleh masuk ke dalam pura tersebut. Para wisatawan hanya diperbolehkan melongok dari bawah pura. Hanya orang2 tertentu yang hendak bersembahyang atau melakukan kegiatan keagamaan yang diperkenankan masuk ke dalam pura.
Kalau bikin tatto temporary di sini lebih murah ketimbang di Kuta, makanya mumpung disini saya jadi ikut-ikutan bikin juga. Selain melihat Pura, tepat di sebelah utaranya, tepatnya di dalam gua bawah tebing, terdapat ular yang dikeramatkan. Ular pipih beracun berwarna hitam kuning ini dipercaya sebagai selendang Dang Hyang Nirartha yang terlepas saat sedang bertapa dan hingga kini menjadi penjaga pura. Di tempat ini pula terdapat sumber air tawar bernama Tirta Pabersihan (biasa digunakan sebagai sarana memohon kesucian).





0 komentar:
Posting Komentar